Berita

PELATIHAN KETERAMPILAN USAHA MIKRO BAGI PURNA PEKERJA MIGRAN INDONESIA

Kegiatan ini diikuti 25 peserta, terdiri dari purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya, tim lokal dan Satgas DEMIMAS, perangkat desa, PKK, pemuda, hingga tokoh masyarakat. Pelatihan juga mengedepankan prinsip inklusivitas dengan keterlibatan perempuan minimal 35 persen.

Perwakilan Lakpesdam PBNU, Muhamad Jumiat atau yang akrab disapa Kang Jek, selaku Koordinator Tim Pendamping Kabupaten Kendal, menegaskan bahwa purna PMI memiliki potensi ekonomi besar yang perlu dikelola secara berkelanjutan.

“Purna PMI sebenarnya menyimpan potensi ekonomi yang besar, mulai dari pengalaman kerja lintas budaya, kedisiplinan, hingga modal remitansi. Namun tanpa dukungan reintegrasi yang memadai, potensi tersebut sering habis untuk konsumsi jangka pendek,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ketahanan ekonomi melalui kewirausahaan menjadi langkah strategis agar purna PMI tidak kembali terjebak dalam siklus migrasi berisiko.

“Pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis, manajerial, hingga akses permodalan digital. Harapannya, tidak hanya melahirkan individu yang terampil, tetapi juga membentuk kelompok usaha komunitas yang solid,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga mendorong peserta menyusun rencana bisnis berkelanjutan berbasis potensi lokal, sekaligus mengembangkan konsep ekonomi sirkular desa dengan pendekatan green business yang ramah lingkungan.

“Peserta didampingi untuk merancang ide usaha yang kreatif, memahami manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran digital agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gubugsari, Hj Nur Azizah, menyambut baik pelatihan tersebut dan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya purna PMI.

“Semoga pelatihan ini bisa menambah wawasan terkait peluang bisnis, pengelolaan usaha, dan strategi pemasaran. Kami berharap ini menjadi bekal bagi para eks PMI dalam berbisnis ke depan,” tuturnya.

Pelatihan ini menghadirkan fasilitator M Fatchurrohman dari Universitas Wahid Hasyim Semarang. Materi yang disampaikan meliputi manajemen konflik dan pondasi bisnis, inovasi produk lokal UMKM desa, perancangan model bisnis, manajemen keuangan dan harga pokok produksi (HPP), pemasaran digital, legalitas UMKM, hingga presentasi rencana usaha. (Moh Fatkhurahman)

Share :